RSS

Merancang Kota Lewat Maket

02 Feb

Membaca berita di harian Media Indonesia hari ini yang berjudul “Merancang Tata Kota Jakarta Lewat Maket di Monas”, muncul rasa bangga di hati. Jakarta sebagai ibukota telah memberikan contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia. Bahwa lewat maket ini, perencanaan kota dapat digambarkan tiga dimensi dan dapat memudahkan pihak-pihak yang membutuhkan gambaran tentang kota waktu dulu, sekarang dan rencana di masa depan.

Maket ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Jumat 29 Januari 2010. Untuk sementara maket ini dipamerkan dalam skala kecil berukuran 3×6 meter dan baru menggambarkan 20% wilayah Jakarta di Jakarta City Planning Gallery (JCPG) Gedung Dinas Tata Ruang DKI Jakarta di Jl. Abdul Muis Jakarta Pusat.  Maket ini rencananya akan selesai di tahun 2011 dan dibangun di bawah tanah area parkir kendaraan IRTI Monas.

Maket Tata Ruang Jakarta                 sumber:BeritaJakarta.com

Maket Tata Ruang Jakarta sumber:BeritaJakarta.com

Maket atau model miniatur bangunan kota Jakarta ini memang tidak detail. Namun setidaknya maket ini dapat memberikan gambaran rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta. Maket tata ruang Jakarta ini, seperti maket negara Singapura yang dapat dilihat di kantor Urban RURAMaket ini mendeskripsikan wilayah Jakarta pada tahun 1965-2010 dan RTRW DKI Jakarta tahun 2010-2030. Dalam maket ini juga tergambarkan paparan areal Ibu Kota sesuai peruntukan lahan, batasan tingkat bangunan dan program yang sudah terlaksana serta program yang masih dalam perencanaan. Misalnya, maket ini menggambarkan rencana pembangunan jaringan transportasi mass rapid transit (MRT), kereta komuter Jabodetabek, busway, monorel, jaringan 13 sungai yang melintasi kota Jakarta, areal perkantoran swasta dan pemerintah.

Maket ini juga menggambarkan peruntukan lahan melalui warna. Warna merah menandakan peruntukan untuk komersial, kuning untuk permukiman, coklat untuk perkantoran pemerintah, kuning bercampur merah untuk peruntukan campuran (permukiman, komersial, rumah toko) dan hijau untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Melalui maket ini, pemerintah bersama masyarakat dapat mengontrol atau melakukan pengendalian pemanfaatan lahan (land development control) terhadap siapapun yang melakukan pemanfaatan lahan sehingga sesuai dengan perencanaan. Masyarakat yang menemukan pelanggaran terhadap rencana peruntukan lahan, dapat mengadukannya ke Dinas Tata Ruang DKI Jakarta.

Bila melihat maket tata ruang Jakarta ini, seperti maket tata ruang  Singapura yang dapat dilihat di kantor Urban Redevelopment Authority (URA). URA adalah badan yang bertanggungjawab dalam membuat perencanaan, mengarahkan dan mengimplementasikan Comprehensive physical planning serta melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan kota di Singapura.

Mengenai JCPG sendiri,  di Indonesia  baru Jakarta yang telah mempunyai City Planning Center, lebih dikenal dengan nama Jakarta City Planning Center. Tujuan pembangunan JCPG ini adalah untuk memberikan pemahaman luas dan detail tentang proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan tata ruang Provinsi DKI Jakarta kepada warga Jakarta.

JCPG ini adalah hasil kerja keras Dinas Tata Ruang DKI Jakarta dengan maksud agar warga Jakarta dapat terlibat langsung dalam penataan ruang kota Jakarta. Bersumber dari tulisan di teknologi.kompasiana.com, anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 3 miliar, diantaranya dimanfaatkan untuk pembuatan maket sebesar Rp 1,7 miliar, terdiri atas maket utama dengan ukuran 3 x 6 meter, maket monochrome berukuran 1 x 5 meter, tiga maket kecil dengan ukuran 1 x 1 meter, masing-masing dengan skala 1:750, pada market utama kita dapat melihat gambaran sebagian besar kota Jakarta, dari arah Utara ke selatan serta dari arah Barat ke Timur, walaupun belum keseluruhan, tetapi cukup menggambarkan suasana Ibukota Jakarta.

Galeri ini terbuka untuk umum, setiap hari, Senin-Minggu pada jam 08.00 hingga 16.00. Tersedia pula perpustakaan untuk melengkapi koleksi buku-buku tentang kota Jakarta serta lima monitor TV dan enam PC komputer yang memuat informasi mengenai tata ruang DKI Jakarta mulai dari proses perencanaan, pembangunan hingga pemanfaatannya.

Korlena

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Februari 2010 in Yogya Corner

 

4 responses to “Merancang Kota Lewat Maket

  1. Dedi E Kusmayadi

    3 Juli 2010 at 22:20

    Bagus Blognya salam Kenal Korlena

     
  2. Korlena

    5 Juli 2010 at 22:20

    Makasih Pak Dedi… Salam kenal juga.🙂

     
  3. Sabar

    10 Oktober 2010 at 22:20

    Assalamu’alaikum Wr,Wb
    Salam kenal Mba Korlena…eh sudah jadi Ibu kan??
    kayaknya Ibu Korlena arsitek ya…duh itu cita-cita Saya yang ga kesampaian…
    Sampe sekarang PENGEEEN SANGAD kerja di tempat yang berkaitan dengan arsitek dan sejenisnya….

     
    • Korlena

      11 Oktober 2010 at 22:20

      Waalaikumsalam Wr.Wb
      Salam kenal juga Pak.
      Saya bukan seorang arsitek Pak, tapi perencana.
      Kebetulan kerja saya berhubungan dengan perencanaan dan penataan ruang kota.
      Semoga Bapak bisa mewujudkan cita-cita mulia tersebut. amin.🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: