RSS

Dieng Plateau, Negeri di atas Awan

Dieng Plateau, Negeri di atas Awan

Berada di ketinggian 2093 Meter di atas permukaan laut membuat Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau) layak disebut Negeri di atas awan. Dataran Tinggi Dieng berada di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dua kabupaten ini bekerjasama mengelola wilayah Dieng.

Ada kisah kecil ketika berada di Dieng. Seorang teman seperjalanan ku selama di Dieng bercerita, ketika kecil seorang temannya berkata bahwa ada orang yang hidup di atas awan. Mana mungkin ada kehidupan di atas awan jawab teman ku. Lebih dari lima belas tahun kemudian, teman ku akhirnya membenarkan perkataan temannya itu. Berdiri di puncak Bukit Sikunir di pagi hari menyaksikan golden sunrise di balik Gunung Sindoro dengan awan putih bergumpal jauh di bawah tempat kami berdiri, teman ku menceritakan kisah tersebut dan mengakui kebenaran ucapan teman dimasa kecilnya itu. Ada kehidupan di atas awan.

Kehidupan di atas awan, kehidupan di Dataran Tinggi Dieng layaknya kehidupan masyarakat pegunungan di Indonesia pada umumnya. Mereka mayoritas mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan pedagang hasil pertanian. Sepanjang perjalanan dari Wonosobo menuju Dieng dan di wilayah Dieng sendiri, terbentang luas di lereng-lereng mengikuti kontur bukit dan pegunungan kebun sayur mayur seperti kentang, kol, wortel, cabe, tomat dan daun bawang. Di pinggiran kebun tampak berjejer tanaman pepaya lokal yang disebut Carica. Buah Carica sendiri menjadi oleh-oleh khas dari dataran tinggi Dieng setelah diolah menjadi manisan Carica. Dieng dikenal sebagai pusat penghasil kentang dan sayur mayur lainnya. Hasil pertanian mereka dijual ke pasar-pasar Kabupaten dan Kota disekitarnya seperti Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Semarang hingga Yogyakarta. Kualitas kentang dari Dieng diakui keunggulannya dan dikala musim panen akan membanjiri pasar di kota dan kabupaten tersebut dengan harga yang bersaing.

Dieng dikenal sebagai tempat pariwisata alam yang menarik. Ada beberapa tujuan wisata di kawasan wisata Dieng seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, Kompleks Candi Arjuna, Desa Tertinggi di Pulau Jawa-Desa Sembungan dan Bukit Sikunir. Beberapa tempat wisata ini dikelola secara bersama oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan kabupaten Banjarnegara. Pengunjung yang memasuki kawasan wisata Dieng akan dikenai retribusi sebesar Rp. 12.000 per orang dan dengan karcis terusan ini pengunjung dapat masuk ke semua tempat wisata.

Butuh satu hari penuh untuk bisa menikmati tempat wisata yang ada. Di mulai dengan Bukit Sikunir, pengunjung dapat melihat matahari terbit dari puncak bukit ini. Untuk melihat sunrise di puncak Bukit Sikunir, biasanya dimulai dengan pendakian pada pukul empat pagi menuju Desa Sembungan – Desa tertinggi di Pulau Jawa. Perjalanan mendaki ditempuh + 1 km hingga tiba di puncak bukit. Bila cuaca tidak mendung, di sini  dapat menikmati indahnya matahari terbit di balik Gunung Sindoro dengan awan putih bergumpal di bawah tempat berdiri. Semakin siang awan pelan-pelan akan naik dan menghampiri kita. Puas berada di puncak Bukit Sikunir, turun menuju Telaga Cebong melalui rute yang berbeda ketika mendaki. Sepanjang perjalanan turun, dapat melihat keindahan alam sekitar dan Desa Sembungan yang berada di tepi Telaga Cebong. Rasa takjub pasti muncul melihat suguhan keindahan di depan mata. Terkadang Desa Sembungan terlihat jelas, lain waktu terlihat samar karena tertutup awan yang terus bergerak seiring waktu berputar menuju siang.

Tiba di bawah, ada lahan parkir yang cukup luas di tepi telaga. Terdapat beberapa orang penjual minuman dan makanan kecil untuk sarapan. Sambil menikmati sarapan pagi, pemanadangan yang indah sayang untuk dilewati. Di tepi telaga, tempat yang menarik untuk menikmati keindahan dan merasakan sejuknya udara dingin sambil menikmati minuman dan makanan kecil yang hangat. Sate kentang, manisan carica, sate bakso, cireng, cilok dan sosis menjadi pilihan untuk sarapan. Dari tepi telaga ini, dapat melihat deretan rumah di desa sembungan yang berada di tepi Barat Telaga. Di sekelilingnya berjajar bukit-bukit hijau dengan awan dan kabut tipis berarak di atasnya. Lereng-lereng bukit membentuk pola-pola menarik kebun sayur hasil karya para petani. Puas berada disini, melanjutkan perjalanan menuju Telaga Warna dengan melintasi jalanan yang membelah Desa Sembungan. Kehidupan masyarakat desa ramai di pagi hari. Pergi ke kebun dan ladang, anak-anak pergi bersekolah dan Ibu-Ibu bercengkrama di pinggir jalan. Masyarakat Desa Sembungan ramah dan hangat, mereka sudah biasa menerima kehadiran wisatawan.

Puas di telaga Warna, melanjutkan perjalanan ke kawah Sikidang, Kompleks Candi Gatot Kaca dan Kompleks Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna sendiri terdiri dari enam candi yaitu Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Arjuna dan Candi Semar.

Di seputar Kawasan Wisata Dieng, banyak hotel dan homestay yang disewakan bagi pengunjung. Biasanya ketika pengunjung memasuki kawasan wisata, banyak calo yang mendekati dan menawarkan jasa untuk membantu mencarikan tempat untuk menginap. Banyak pilihan hotel dan homestay mulai dari harga Rp. 50.000,- hingga ratusan ribu rupiah. Kami sendiri karena ingin melihat sunrise, memilih untuk menginap di homestay pada malam hari sebelum pagi harinya berangkat menuju puncak Bukit Sikunir. Homestay yang kami pilih, terbilang bangunan baru dan bersih. Pemiliknya ramah dan hangat, pagi hari kami diberi bonus gorengan kentang hangat hasil kebunnya sendiri. Harganya pun termasuk murah Rp. 150.000,- untuk satu kamar dengan fasilitas double bed dan tersedia air panas untuk mandi. Menurut pemiliknya, harga tersebut murah dibandingkan tempat lainnya namun sewaktu pelaksanaan acara tahunan Dieng “Potong Rambut Gimbal” harga sewa akan meningkat menjadi Rp. 250.000,-.

Kurang lebih 9 KM dari Kawasan Wisata Dieng menuju Wonosobo terdapat Gardu Pandang Tieng yang berada di ketinggian 1789 Meter Di atas Permukaan Laut. Dari sini dapat melihat keindahan desa-desa di lereng gunung berselimut awan dengan hijaunya kebun dan ladang milik petani.

Yogyakarta, 4 November 2012

1 Km menuju Puncak Bukit Sikunir

Puncak Bukit Sikunir

Pemandangan sunrise dan Gunung Sindoro dari Bukit Sikunir

Lereng Bukit Sikunir

Perkemahan di Bukit Sikunir

Telaga Cebong dan Desa Sembungan di balik awan

Wisatawan menyerbu pedagang makanan kecil di area parkir tepi Telaga Cebong

Sate Kentang

Manisan Carica

Pepaya Lokal – Carica

Kebun kentang di tepi telaga Cebong. Desa Sembungan di tepi barat telaga.

Pagi hari di Desa Sembungan

Telaga Warna

Syal yang dijual di kawasan wisata Dieng – Kompleks Candi Arjuna

Pohon cemara di sepanjang jalan masuk Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna

Candi Sembadra di Kompleks Candi Arjuna

Candi Srikandi

Candi Puntadewa

Candi Arjuna dan Candi Semar

Candi Semar dipandang dari Candi Arjuna

Desa di lembah Kawasan Wisata Dieng – Latar belakang Kompleks Candi Arjuna

Kebun wortel di samping Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Gatot Kaca

Kawah Sikidang

Pertokoaan dan penginapan di Kawasan Wisata Dieng

Kentang merah – hasil pertanian Dieng

Gardu Pandang Tieng 1789 Meter di Atas Permukaan Laut

Perkampungan di lereng gunung dipandang dari Gardu Pandang Tieng

Karcis terusan masuk Kawasan Wisata Dieng

 

3 responses to “Dieng Plateau, Negeri di atas Awan

  1. Ebbony

    22 Januari 2013 at 22:20

    Wow, miss this place.. I had a very nice long trip with good guides by motor cycle. I was here too in 2012.. Amazing place & amazing people.

     
    • Korlena

      3 Februari 2013 at 22:20

      Yap, an amazing place…. always want to come back to this place🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: