RSS

Gowa, Negeri Kelahiran Sang Ayam Jantan dari Timur

Gowa, Negeri Kelahiran Sang Ayam Jantan dari Timur

Gowa dan Makassar sepertinya tidak dapat dipisahkan. Kabupaten Gowa yang terletak di sebelah selatan Makassar dengan luas wilayah 1.883,32 km² dan beribu kota di Sungguminasa, memberi suport besar bagi keberlangsungan denyut kehidupan kota Makassar. Gowa yang kaya akan sumber daya alam dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan dasar Makassar antara lain bahan pangan, air bersih dan material bahan bangunan. Ditambah lagi jarak yang cukup dekat antara kedua kota dan kabupaten ini hanya dalam hitungan puluhan menit dan telah terjadi aglomerasi dengan batas wilayah secara fisik tak tampak jelas, menguatkan bahwa keduanya sudah menjadi satu kesatuan sejak dahulu walau kini terpisah secara administrasi.

Bila dirunut dari sejarahnya (sumber: wikipedia.org), Kerajaan Gowa merupakan cikal bakal Kabupaten Gowa sekarang. Kerajaan Gowa merupakan kerajaan maritim yang besar pengaruhnya di perairan Nusantara di awal abad 15. Kerajaan ini melahirkan seorang pahlawan nasional yaitu Sultan Hasanuddin yang bergelar Ayam Jantan dari Timur. Sultan Hasanuddin, lahir tahun 1629 dan diangkat menjadi Raja Gowa XVI pada tahun 1652,  terkenal akan keberaniannya melawan VOC Belanda pada masa kolonialisasi di Indonesia. Kerajaan Gowa memang akhirnya takluk kepada Belanda lewat Perjanjian Bungaya namun kerajaan ini mampu memberi warisan terbesarnya, yaitu Pelabuhan Makassar. Pelabuhan yang kemudian berkembang menjadi Kota Makassar ini dapat disebut anak kandungnya.

Ketika berkunjung ke Gowa, dapat berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin, dapat juga mengunjungi Kompleks Makam Keturunan Raja Gowa dengan beberapa cungkup bangunan makam berbentuk seperti piramida dan Makam Syech Yusuf seorang ulama yang diangkat menjadi pahlawan nasional.

Berputar-putar di kota Makassar dan Gowa dapat menggunakan angkutan umum, becak dayung, becak motor ataupun taksi. Bila ingin sesuatu yang berbeda, cobalah naik becak motor karena bila beruntung akan berjumpa dengan “Daeng becak” sebutan untuk pengendara becak yang akan memutar musik dangdut dengan keras selama perjalanan. Cukup unik bagi saya yang terbiasa naik becak tanpa bonus musik he he….. Suasana berbeda ini saya dapatkan sewaktu berkunjung ke Gowa.

Yogyakarta, 11 Februari 2013

???????????????????????????????

Jalan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Gowa

???????????????????????????????

Patung Sultan Hasanuddin di kompleks makam pahlawan nasional ini

???????????????????????????????

Makam Sultan Hasanuddin

???????????????????????????????

Riwayat Syech Yusuf, ulama Gowa yang menjadi pahlawan nasional

???????????????????????????????

Makam Syech Yusuf

???????????????????????????????

Kompleks makam keturunan Raja Gowa

???????????????????????????????

Kompleks Makam keturunan Raja Gowa

???????????????????????????????

Becak motor mengantar ku keliling Gowa

 

2 responses to “Gowa, Negeri Kelahiran Sang Ayam Jantan dari Timur

  1. Fandy Gecitz

    18 Juli 2014 at 22:20

    Selamat jlan pahlawanku.. Aq akn sllu mengenangmu hingga umur di tntukan allah s.w.t ..
    Aq anak yg berdarah gowa akn ttap membela kebaikan & kebenaran dmi pahlawanku yg bijak dan tegas dlm bertindak demi membela kebenaran.. Selamat jlan pahlawanku yg sejati dan makmur.. Fandy Gecitz(facebook).

     
    • Korlena

      14 Januari 2015 at 22:20

      Iya Pahlawan yang membanggakan kita semua

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: