RSS

Negeri Giant Stones – Pangkalpinang Pulau Bangka

Negeri Giant Stones – Pangkalpinang Pulau Bangka

Bandara Depati Amir tampak kecil di bawah. Bandara dengan bangunan lama dan sederhana perlahan tampak semakin besar dilihat dari jendala kaca pesawat Lion Air yang berangkat pagi 06.30 WIB dari Palembang. Landasan pacu juga tidak begitu panjang. Sinar matahari pagi yang cerah menyambut saya turun tangga pesawat menapak ke bumi Pulau Bangka tepatnya di Kota Pangkalpinang. Kota ini merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Memiliki luas wilayah 118,408 km2, Kota Pangkalpinang tidaklah besar. Di kota ini bertempat kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung dan kantor pusat PT. Timah Tbk.

IMG_4847 - CopyBandara Depati Amir Kota Pangkalpinang

 

Kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpusat dengan kondisi tampak rapi dan hijau. Pohon-pohon penghijauan sudah tumbuh rindang membuat kompleks perkantoran ini hijau dan sejuk. Kondisi jalan bagus dan gedung-gedung perkantoran yang cukup megah berjajar rapi di kiri kanan jalan. Saya membayangkan tata letak perkantoran seperti ini sangat baik untuk koordinasi antar instansi. Tidak perlu jauh-jauh memenuhi undangan rapat antar instansi. Khusus gedung kantor Gubernur, tampak besar dan megah dengan halaman yang luas. Sarana dan prasarana perkantoran yang bagus ini tentunya sangat membantu pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan dan dalam melayani masyarakat Provinsi Bangka Belitung. Sama halnya dengan kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pangkalpinang, lokasi gedung-gedung kantor berdekatan dan cukup strategis berada di tengah kota. Gedung Kantor Walikota cukup unik dengan bagian tengah atap berbentuk menyerupai “tudung”. Berfungsi sebagai penutup kepala para petani atau untuk menutup makanan yang dihidangkan di meja adalah beberapa fungsi dari tudung.

 DSC00868_1Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

DSC00855Kantor Walikota Kota Pangkalpinang

 

Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang akan hasil buminya berupa timah, adalah sesuatu yang wajar bila museum timah didirikan di kota ini. Tidak perlu bayar alias gratis bagi pengunjung mendatangi museum ini. Museum ini tidak begitu besar namun cukup memuat gambaran sejarah penambangan timah. Peralatan yang digunakan sejak awal penambangan oleh rakyat, hingga peralatan moderen dipajang dalam bentuk asli maupun replika di museum ini. Deorama penambangan timah di laut lepas menarik dilihat karena dapat menggambarkan secara nyata bagaimana dasar laut dikeruk untuk diambil kandungan timahnya. Produk-produk yang digunakan manusia berbahan baku timah juga dipamerkan di museum. Halaman museum juga menjadi sarana memajang alat keruk dengan berbagai ukuran. Museum yang menarik.

 

DSC00061 - CopyMuseum Timah

Tidak memerlukan waktu lama untuk melihat Kota Pangkalpinang, dari Bandara dapat langsung menuju pusat kawasan komersial yang cukup dekat jaraknya. Kota ini tampak bersih dan resik. Agak sulit menemukan sampah berceceran di sepanjang jalan utama dan pusat kotanya. Sungai yang melintasi pusat kota juga bersih. Karenanya tidak heran kota ini sudah beberapa kali mendapat Piala Adipura.

 

DSC00198Sungai di tengah kota Pangkalpinang

Untuk urusan belanja, ada beberapa pusat perbelanjaan yang cukup lengkap seperti Bangka Trade Center dan Ramayana. Bila menyukai wisata kuliner, kota ini cukup menyediakan kuliner yang lezat terutama dengan masakan lautnya. Beberapa resto kuliner seafood menyediakan hidangan makanan olahan hasil laut yang lezat, antara lain kerupuk kemplang ikan, otak-otak ikan tenggiri, ikan tenggiri bakar, kepiting, udang hingga masakan khas Bangka seperti lempah kuning, rusip dan sayur jantung pisang. Jangan melewatkan durian lokal Bangka bila ke kota ini. Dijamin pasti legit dan lezat karena buahnya matang dari pohon.

DSC00191Pusat perbelanjaan Bangka Trade Center

Daya tarik Pulau Bangka dan Belitung terkenal akan pantai-pantainya yang indah dengan gugusan batu besar yang tampak berserakan namun indah dan menjadi ciri khas pantai-pantai di kedua pulau ini. Tidak terkecuali pantai-pantai yang ada di Kota Pangkalpinang ini. Pantai pasir padi berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pantai ini cukup menarik walau masih tampak belum dikelola dengan maksimal karena masih banyak sampah berserakan di dekat warung-warung sederhana sepanjang tepi pantai. Menuju pantai ini melewati Bangka Botanical Garden (BBG) yang menjadi salah satu wisata baru di kota ini. BBG menjadi tempat wisata bagi mereka yang ingin melihat suburnya berbagai jenis tanaman yang dirawat dengan baik. Kebun buah naga cukup luas dan dengan leluasa pengunjung bisa melihat langsung buah-buah naga yang ranum merah dan bunganya yang putih cantik. Ciri khas BBG adalah jejeran pohon pinus yang berdiri di kiri kanan jalan. Sayang saya berkunjung kesini ketika pohon pinusnya tidak terlalu hijau. Andai di musim penghujan, pastinya pinus-pinus tersebut akan lebih menarik dan hijau. Puas berkeliling BBG, kita bisa meniikmati susu sapi segar yang dihasilkan dari sapi-sapi yang dipelihara di BBG ini. Murah dan segar.

Palembang, 29 April 2015

DSC00078Miniatur tambang timah di lepas pantai

DSC00086Timah batangan

DSC00091Mangkuk keruk penambangan timah

DSC00117Bangka Botanical Garden (BBG)

DSC00095Pohon pinus di BBG

DSC00132Pantai Pasir Padi

DSC00160Oleh-oleh khas Bangka

DSC00162Otak-otak bakar di toko Ase

DSC00204Kain Cual, songket khas Bangka

DSC00213

Lempah kuning, rusip & sayur jantung pisang

DSC00219Durian Bangka

DSC00221Penjual durian Bangka

Bangka

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: