RSS

Surabaya, Kota Pahlawan yang Semakin Menarik

Surabaya, Kota Pahlawan yang Semakin Menarik

Berkesempatan yang keempat kalinya menginjakkan kaki di Kota Surabaya, selalu timbul keinginan untuk mencari tau lebih dalam akan kota ini. Setiap kali datang pula, selalu tampak secara fisik Surabaya berubah semakin menarik. Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya semakin menunjukkan eksistensi dirinya. Kota besar dengan gedung-gedung tinggi dan moderen, pusat perbelanjaan yang besar dan megah, jalan raya dengan pedestriannya disertai dengan taman-taman kota yang tampak hijau, ruang publik sebagai sarana rekreasi masyarakat kota dan masih banyak sarana dan prasarana kota lainnya yang tertata dan terawat. Tidak ketinggalan pula, sungai-sungai yang melintasi kota tampak bersih dari sampah walau airnya tak jernih. Kondisi sepanjang jalan yang saya lalui cukup rapi dan bersih. Tampak tanaman anggrek dengan bunga ungu dan putih hidup menempel di pohon-pohon penghijauan dan peneduh di pinggir jalan.

Sebagai kota Pahlawan, Surabaya masih memiliki jejak-jejak perjuangan melawan penjajah. Masih berdiri kokoh bangunan dan gedung bersejarah yang menjadi saksi bisu jiwa heroik pejuang di masa lalu antara lain  Hotel Majapahit dan jembatan merah. Tugu Pahlawan tampak menjulang tinggi menjadi simbol perjuangan para pahlawan di kota ini. Selain itu, masih banyak bangunan tua yang menjadi bagian sejarah kota Surabaya dan masih menjadi bagian dari denyut kehidupan kota hingga detik ini. Sebutlah bangunan bergaya kolonial yang menjadi Museum House of Sampoerna tampak menarik dari tampilan luarnya maupun koleksi barang-barangnya di bagian dalam museum. Ada juga Gedung Kantor Pusat PT. Perkebunan Nusantara XI dengan arsitektur bergaya kolonial dan tampak kokoh berdiri dibangun dari material berkualitas. Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur juga tampak berdiri megah dengan catnya yang berwarna putih.

Terminal bis Bungurasih dan Stasiun Kereta Api Gubeng menjadi titik utama kedatangan dan kepergian dari Surabaya. Layaknya kota besar, pada jam-jam sibuk Surabaya juga mengalami macet walau tidak separah kota Jakarta. Bis kota dan mobil angkutan kota masih menjadi pilihan utama angkutan umum selain taksi argo. PKL masih banyak dijumpai dengan menempati ruang di pinggir jalan namun tampak lebih rapi dan bersih. Bila lapar, tidak sulit mencari tempat makan di kota ini. Banyak warung makan dan restoran di sepanjang jalan. Kuliner khas Surabaya yang terkenal antara lain rawon, rujak cingur, semanggi dan lontong balap.

Yogyakarta, 5 Juni 2013

???????????????????????????????

DSC_0166 - CopyTugu Pahlawan Surabaya

DSC_0124 - CopyKantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya

DSC_0125 - CopyKantor DPRD Prov Jawa Timur di Surabaya

DSC_0184 - CopyKantor Pusat PTPN XI yang bergaya kolonial

DSC_0268 - CopyMuseum House of Sampoerna

???????????????????????????????Jalan dan pedestrian tampak bersih dan tertata

???????????????????????????????Warung Lontong Balap Pak Gendut

???????????????????????????????Lontong balap Pak Gendut

???????????????????????????????Sate kerang Pak Gendut

semanggiSemanggi

DSC_0251 - CopyBerkunjung ke House of Sampoerna

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: