RSS

Manila, Kunjungan singkat ke Ibukota Negara Filipina

Manila, Kunjungan singkat ke Ibukota Negara Filipina

Menginjakkan kaki pertama kali di Kota Manila, serasa seperti berada di kota-kota metropolitan di Indonesia. Bandaranya tidak terlalu besar namun sudah cukup moderen. Memiliki tiga terminal, yaitu Terminal 1 hanya untuk penerbangan dengan maskapai Philipines Airline, sedangkan Terimanl 2 dan Terminal 3 untuk penerbangan maskapai asing.

Saya sendiri dari Jakarta tiba di Manila menumpang pesawat Singapore Airline, kode SQ, dengan satu kali transit di Singapura. Pelayanan pergi dengan Singapore Airline menyenangkan, pesawatnya bagus, makanannya lezat menu khas Indonesia, nasi uduk ditambah camilan dan es krim. Perjalanan dari Singapura menuju Manila ditempuh selama 3 jam 30 menit terasa menyenangkan. Sistem imigrasinya juga tidak rumit. Ada line khusus untuk penumpang negara-negara ASEAN dan petugasnya juga ramah. Keluar bagian ini, langsung turun di area pengambilan bagasi. Jarak dengan pintu keluar juga tidak jauh. Setelah ketemu counter panitia penyelenggara workshop yang mengundang, saya disambut petugas yang mengantarkan menuju taksi yang telah dipesan panitia menuju hotel tempat menginap, Edsa Shangrila Mandaluyong Manila. Tidak rumit sampai sejauh ini.

Hotelnya juga bagus, bintang lima. Kamar tempat saya menginap cukup besar, bersih dan bagus pemandangannya menghadap ke SM Mall. Hotel Edsa Shangrila berada di lokasi strategis. Tidak jauh dari bandara, berada ditengah kota dan diapit dua mall besar, SM Mall dan Shangrila Plaza. karenanya mudah saja untuk mencari tempat makan malam dan mencari toko oleh-oleh. Hasil browsing sebelum berangkat, Kultura selalu disebut sebagai toko souvenir khas Filipina yang gampang dicari di mall besar dan harganya tidak beda jauh dengan harga kaki lima. Salah satunya ada di SM Mall namun tidak ada di Plaza Shangri-La. Alhamdulillah… mudah bagiku untuk mencari toko Kultura ini karena tinggal pergi ke SM Mall yang ada di depan hotel. Mengingat jadwal workshop yang padat hingga sore, tidak memungkinkan untuk pergi jauh dari hotel. Alhasil hanya dua Mall ini yang bisa saya kunjungi selama di Manila, itupun di sore dan malam hari.

Kultura di SM Mall ada di dua tempat. Satu Kultura sebagai bagian dari SM Store dan satunya khusus toko Kultura yang disebut Kultura boutique. Semua jenis oleh-oleh ada disini. Makanan, pernak pernik, baju kaos, baju tradisional Filipina, perhiasan, alat rumah tangga, tas, gantungan kunci dan banyak lagi. Lengkap dan tidak mahal.

Selama berada di Manila, saya serasa berada di Jakarta era tahun 80-an. Banyak gedung bertingkat, jalan utama lebar, mallnya besar dan sistem transportasi sudah ada jalur kereta yang melintas di atas jalan raya. Selain itu ada juga bus besar, angkutan umum serupa angkot di Indonesia, taksi dan angkutan umum tradisional khas Filipina, Jeepney, dengan warnanya yang full colour. Semuanya menyatu melintas di ruas jalan di tengah kota. Penghijauan sepanjang koridor jalan sepertinya belum menjadi perhatian utama karena tampak tidak terlalu banyak taman. Selain itu tumbuhan dan pohon hanya seadanya tidak ditata rapi. Kesan kurang resik juga saya rasakan, Tiang-tiang jalan, jembatan penyebarangan orang (JPO) dan jalur kereta dibiarkan kusam dan tidak dicat.

Untuk wisata kota, ada beberapa tempat yang menjadi tujuan wisata di Manila, antara lain berupa mall. Kunjungan ke Manila kali ini, saya tidak bisa melihat tempat wisata lainnya. Semoga ada kesempatan menjejakkan kaki di Filipina lagi dan bisa mengeksplor banyak tempat untuk melihat kota dan budaya masyarakat Filipina.

Palembang, Novemver 2018

 

Pergi menuju Manila dengan pesawat Singapore Airline

 

Manila dilihat dari pesawat sebelum mendarat

 

Ninoy Aquino International Airport (NAIA)

 

Antri di bagian Imigrasi Manila

 

Suasana Kota Manila

 

Makan malam di Shangri-La Plaza Manila

 

Suasana di SM Mall Manila

 

IMG20181022165011

Edsa Shangri-La Hotel Manila

 

KULTURA – Toko souvenir khas Filipina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: