RSS

Tenganan, Desa Bali – Mula di Bali

Desa Tenganan merupakan salah satu desa tradisional Bali yang masih menjaga adat istiadat dan budaya yang diwariskan leluhur mereka. Bersumber dari materi yang ku dapat sewaktu mengikuti study tour Universitas Udayana Bali 2010, Desa Tenganan dapat digambarkan sebagai berikut.  Desa ini termasuk dalam Desa Bali-Mula yaitu desa pra pengaruh Hindu. Secara geografis, desa ini masuk dalam Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem dan berjarak 65 km dari Denpasar dan 17 km dari ibukota Kabupaten yaitu Amlapura.

Kehidupan masyarakat bersifat patrilineal, wanita mengikuti keluarga suami setelah pernikahan dan suami menjadi kepala keluarga yang berperan sebagai wakil keluarga untuk urusan adat dan pemerintahan desa secara adat. Di desa ini, setiap keluarga memiliki hak untuk menempati satu plot rumah yang telah disediakan sesuai aturan adat.

Permukiman terdiri dari tiga jalur deretan perumahan yang masing-masing berorientasikan ke awangan (area sirkulasi umum/desa). Terdapat 220 rumah yang belum semuanya ditempati. Masing-masing lajur membentuk satu banjar yaitu Banjar Kauh (barat), Kangin (timur) dan Pande. Pola desa dengan tatanan permukiman linear, membujur pada poros utara selatan dan dibatasi dua bukit di kiri kanannya.

Mengenai organisasi kemasyarakatan, sistem pemerintahan desa didasari status marital dan bukan pada asas pemilihan atau demokrasi.

Yogyakarta, 16 Januari 2012

Pintu gerbang salah satu rumah penduduk beserta kain tradisional buatan penduduk setempat yang dijual

Bagian depan Desa Tenganan

salah satu sudut desa

Bangunan dengan fungsi layaknya gazebo

Pintu gerbang rumah penduduk lainnya

Tampak jalan desa terbuat dari susunan batu

Bangunan serupa pendopo tempat mengadakan upacara adat

Semenjak banyak wisatawan berkunjung ke desa ini, bagian depan dari rumah penduduk berubah fungsi menjadi komersial. Kain tradisional, kerajinan ukir kayu dan berbagai kerajinan lainnya dipajang di bagian depan rumah penduduk.

Rumah berhiaskan selendang tradisional

“kios kerajinan” di rumah penduduk lainnya

Bagian dalam “Toko kerajinan” di rumah penduduk

Kain tradisional khas Desa Tenganan

k

Benang yang dijemur setelah diwarnai. Selanjutnya akan ditenun menjadi kain tradisional khas Desa Tenganan

Seorang wanita di Desa Tenganan. Dalam keseharian mereka masih menggunakan pakaian tradisional seperti ini.

Topeng kayu dan berbagai kerajinan ukir lainnya juga dijual ke pengunjung.

Bentuk kerajinan ukir lainnya.

Di muka desa terdapat sederetan kios yang menjual kerajinan dan berbagai souvenir.

Tenganan_2

Di depan rumah penduduk di Desa Tenganan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: