RSS

Lombok : Bag.1 – Beratap Ilalang Kering di Desa Sade Lombok Tengah

Akhirnya… menginjakkan kaki juga di tanah Lombok. Pesawat kecil TransNusa membawa ku dan suami dari Denpasar Bali selama 30 menit menuju Bandara Internasional Lombok di Praya Lombok Tengah. Udara panas menyergap begitu keluar dari pintu bandara yang ber-AC. Ramai orang menunggu di pintu kedatangan. Mata kami mencari seseorang yang berjanji akan menjemput setiba kami di bandara. Di pojok kanan pintu kedatangan, berdiri Bapak yang kami cari. Setelah mengambil beberapa foto di depan bandara, kami dibawa menuju hotel yang dikelola Bapak ini. Letaknya di Pantai Kuta Lombok Tengah. Pantai yang masih alami dan menarik minat banyak wisatawan mancanegara untuk mendatanginya.

DSC_0923

Berisitirahat sejenak, kami langsung menyusun rute perjalanan selama di Lombok. Selain mengunjungi Kota Mataram dan Pantai Senggigi, wisata desa tradisonal menjadi tujuan utama. Ada tiga desa, yaitu Desa Tenun Sukarare, Desa Sade dan Desa Sasak. Halaman ini akan mengulas perjalanan kami ke Desa Sade Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

DSC_0345

Desa Sade merupakan tujuan utama wisata di Lombok bagi wisatawan yang berminat melihat langsung kehidupan suku asli Lombok  yaitu Suku Sasak. Kehidupan masyarakat di desa ini telah menjadi komoditi wisata. Betapa tidak, mulai dari kedatangan pengunjung sudah disambut para pemuda yang menjadi pemandu wisata. Sebagian lain menjadi tukang parkir di lahan parkir seberang jalan Desa Sade. Memasuki pintu gerbang desa, pengunjung sudah dicegat seorang pemuda yang duduk dibalik meja dan menyodorkan buku kedatangan seraya menghimbau agar memberikan donasi seikhlasnya. Di ruang publik desa, tampak kelompok kesenian melakukan atraksi menyambut para pengunjung yang datang. Ada yang memukul gendang, menari dan melakukan aksi perang-perangan. Pengunjung bertepuk tangan dan sibuk mengabadikan momen tersebut. Sepertinya kelompok kesenian ini selalu menyiapkan dirinya untuk menyambut rombongan pengunjung yang datang.

DSC_0482Kesenian menyambut kedatangan wisatawan

DSC_0492

Selesai tahap ini, pemandu wisata mulai menjelaskan kehidupan Desa Sade kepada pengunjung. Di sebelah timur ruang publik ini, berdiri rumah kepala suku. Rumah ini disebut Bale Tani, yang artinya rumah petani. Bangunan rumah yang ada tampak sederhana beratap ilalang kering dengan ketebalan cukup untuk menahan hujan lebat sekalipun. Sebelah barat ruang publik, berdiri bangunan cukup besar berupa bale-bale. Bangunan ini menjadi tempat pertemuan adat. Sebelah utara dan dibelakang kedua bangunan utama ini, berdiri rumah-rumah penduduk desa dengan jarak yang berdekatan dan lebih dari separuhnya masih beratap ilalang kering. Ada sekitar 300 rumah di desa ini.

DSC_0358Rumah kepala Desa Sade

DSC_0361Bale pertemuan adat

DSC_0393Rumah dan lumbung padi

Rumah tinggal terdiri dari tiga ruang, yaitu ruang tamu, ruang tidur dan dapur. Sebagian rumah masih berlantai tanah, sebagian lain menggunakan lantai semen. Ada rumah ruang tamunya diberi dinding namun ada juga yang masih terbuka dan tidak berdinding. Dinding dibuat dari anyaman bambu. Biasanya ruang tamu ini menjadi ruang tidur bagi orang tua dan anak laki-laki, sedangkan ruang tidur yang berdekatan dengan dapur digunakan anak gadisnya. Tidak ada dinding bukanlah masalah karena nyamuk tidak terlalu banyak di desa ini. Rumah sebagian besar masih beratap ilalang kering, namun tidak ada larangan bagi penduduk desa yang ingin menggunakan material lain. Penduduk setempat mengatakan beratap ilalang kering lebih nyaman bagi mereka walaupun biayanya lebih mahal daripada material atap lainnya, karena di kala suhu udara panas rumah terasa dingin sedangkan di kala suhu udara dingin rumah terasa hangat. Atap ilalang biasanya harus diganti setiap 4-7 tahun sekali.

DSC_0367Rumah beratap ilalang kering

DSC_0379Beratap ilalang kering dan berdinding bambu

Hal unik dari rumah tradisional Sasak Pulau Lombok adalah digunakannya kotoran sapi segar sebagai pengeras lantai rumah yang berbahan tanah. Menurut keterangan penduduk setempat, lantai tanah akan menjadi retak dalam waktu 3 mingguan. Untuk mencegah retakan diperlukan kotoran sapi segar dicampur sedikit air yang disapukan di atas seluruh permukaan lantai tanah. Kotoran sapi akan mengisi retakan-retakan lantai. Dari pengamatan terlihat serat-serat rumput mengering di permukaan lantai tanah. Rupanya kotoran sapi yang mengandung serat rumput sisa dari makanan sapi, berfungsi sebagai bahan utama pengisi retakan-retakan di lantai. Pada lantai tanah yang sudah mengering, bau kotoran sapi tidak begitu menyengat lagi namun samar-samar masih tercium.

Penduduk Desa Sade baik laki-laki dan perempuan mayoritas bekerja sebagai petani, sebagian kecil bekerja sebagai pedagang dan di sektor jasa. Banyak keturunan penduduk Desa Sade yang menetap dan mencari penghidupan di luar Desa Sade. Sebagaian bekerja di luar Desa Sade namun sore hari kembali pulang ke Desa Sade.

Bagi perempuan Desa Sade sudah menjadi keharusan pandai menenun. Seorang gadis baru boleh menikah setelah pandai menenun. Nenek-nenek tua Suku Sasak masih aktif menenun dan memintal benang kapas di muka rumahnya. Kain tenun, selimut, syal dan taplak meja adalah ragam produk tenun perempuan Desa ini. Tenunan dijual dan untuk dipakai sendiri. Penduduk Desa Sade menampilkan berbagai kain tenun khas Lombok  di muka rumahnya dan dijual kepada pengunjung.

DSC_0371

DSC_0412Seorang nenek menjual tenunan di muka rumah khusus untuk pengantin baru

Berkeliling desa ini kami menyaksikan tampilan fisik dan kehidupan salah satu desa tradisioanal Suku Sasak Pulau Lombok. Kontur tanah desa Sade berupa lereng bukit dan kondisi tanahnya yang kering dan tandus membuat kesan desa tradisionalnya semakin menguat ditambah kecoklatan ilalang kering di atas atap dan lantai rumah dari tanah. Udara di bulan Oktober terasa panas dan gerah. Kesan musim kemarau belum berlalu dari Tanah Lombok walau sudah ada tetesan air hujan di kala sore hari selama kunjungan kami kesana.

Palembang, November 2013

DSC_0395

DSC_0368

DSC_0421

DSC_0439

DSC_0441

DSC_0476

DSC_0435Menenun kain

DSC_0386 DSC_0432

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: