RSS

India Gate, Landmark New Delhi India

India Gate, Landmark New Delhi India

Sangat berasa nuansa jejak peninggalan Inggris bila berada di kawasan perkantoran Istana Presiden India dan gedung parlemen India. Kawasan ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Inggris pada masa penjajahan di India. Gedung-gedung besar dan kokoh dengan warna terakota. Jalan-jalan lebar dan membentuk pola grid. Kolam air dan gedung perpustakaan didepannya. Dan ada satu lagi bangunan terkenal yang ada di kawasan ini dan menjadi tujuan wisata di New Delhi yaitu India Gate.

India Gate atau Gerbang India mirip bentuk bangunan Arc de Triomphe di Paris Perancis. Arc de Triomphe merupakan gapura yang berdiri di tengah kawasan Place de I’Etoile dan di ujung barat kawasan Cham Elysees. Arc de Triomphe atau yang berarti “Gerbang Kemenangan” ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte sebagai monumen merayakan kemenangan tentara Perancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte dalam perang di Austria.

India Gate sendiri adalah monumen nasional India yang dirancang Sir Edwin Lutyens. Aslinya gerbang ini dikenal dengan nama “Tugu Peringatan Perang Seluruh India”, untuk memperingati pengorbanan 90.000 tentara India Britania yang tewas membela Imperium Britanian di India saat Perang Dunia I dan Perang Inggris-Afghan III. Mulanya patung Raja George V berdiri di relung yang kini kosong di depan gerbang ini dan kini dipindahkan ke Taman Pemahkotaan di Delhi, India. Setelah kemerdekaan India, Gerbang India menjadi tugu peringatan tentara tak dikenal oleh Tentara India, yang dikenal dengan nama Amar Jawan Jyoti (api gelora tentara abadi).

Melihat dari sejarah berdirinya, India Gate ini dapat dikategorikan sebagai monumen kategori bangunan peringatan. Pengertian monumen sendiri dapat dibagi dua yaitu relik sejarah dan bangunan peringatan (http://elrisiki94.blogspot.co.id).

Pertama, monumen sebagai relik sejarah dapat berupa benda-benda bergerak atau tidak bergerak yang memiliki nilai sejarah bagi umat manusia. Dalam pengertian ini situs sering pula disebut sebagai monumen.

Kedua, monumen sebagai bangunan peringatan yaitu bangunan-bangunan baru yang dibuat untuk memperingati suatu peristiwa sejarah. Bangunan tersebut bisa berupa tugu, batu berukuran besar, tembok, atau bentuk-bentuk lainnya. Jadi, pengertian dasar monumen harus dikaitkan dengan nilai kesejarahannya. Monumen jenis bangunan dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu. Seringkali monumen berfungsi sebagai suatu upaya untuk memperindah penampilan suatu kota atau lokasi tertentu. Monumen juga seringkali dirancang untuk memuat informasi politik bersejarah, sebagai bangunan untuk memperkuat citra keunggulan kekuatan politik.

Mengacu pada pengertian dan uraian mengenai monumen sebagai bangunan peringatan di atas, maka India Gate masuk dalam kategori bangunan peringatan karena dibangun untuk memperingati pengorbanan 90.000 tentara India Britania yang tewas membela Imperium Britanian di India saat Perang Dunia I dan Perang Inggris-Afghan III. Persitiwa ini dipandang penting oleh Imperium Britania yang kala itu menguasai tanah India dan layak diingat dengan mendirikan monumen India Gate.Selain itu India Gate juga dapat berfungsi untuk memperindah penampilan kota New Delhi, memuat informasi politik bersejarah yang bisa disaksikan hingga sekarang serta menampilkan citra keunggulan kekuatan politik Imperium Britania pada masa lalu.

India Gate berdiri di jantung kota New Delhi. Tepat di garis lurus dengan Istana Presiden India  yang dihubungkan dengan jalan raya lebar dengan taman bunga di sisi kanan kiri jalan. India Gate terletak di tengah ruang terbuka hijau yang selalu ramai pengunjung. Saat saya berkunjung kemari di sore hari 23 Februari 2016, India Gate ramai sekali. Banyak remaja yang menghabiskan waktu disini. Beberapa keluarga juga asyik tamasya dan beraktifitas disini.

Banyaknya pengunjung tentunya juga mengundang pedagang kaki lima (PKL) untuk hadir terutama penjual minuman dan makanan ringan khas India. Namun tidak ada PKL yang berjualan di tempat permanen. Tepat di seberang India Gate dan di depan kolam air, ada PKL jagung bakar yang menggelar dagangan beralas tikar di atas tanah berdebu.

Selain itu, fotografer amatiran juga sibuk menawarkan jasa berfoto dengan aktif mendekati pengunjung. Termasuk saya, yang tidak luput dari tawaran seorang fotografer. Paket 4 foto ditawari sekitar 300 ribu. Setelah tawar menawar saya dapat di harga 160 ribu untuk 4 foto. Menggunakan kamera Nikon, saya diarahkan pada spot-spot yang bagus dengan latar India Gate. Saya disilahkan memilih 4 foto untuk dicetak dengan printer portable. Hasilnya bagus dengan kualitas cetak yang tidak mengecewakan.

Rupanya sang fotografer tidak berhenti disini, dengan bahasa Inggris berlogat India dan gerakan kepala ala India, dia menawari saya untuk mencetak beberapa foto lagi yang ada di kamera. Satu lembar foto ukuran 4R dihargai 40 ribu. Harga ini termasuk mahal untuk ukuran di Indonesia yang biasanya antara 10 ribu atau 15 ribu. Memang rasanya sayang bila tidak mencetak beberapa foto lagi yang cukup bagus. Akhirnya saya bisa menawar 20 ribu untuk satu foto. Jadilah 4 foto lagi dicetak untuk saya bawa pulang ke Indonesia sebagai kenangan telah mengunjungi India Gate.

Palembang, 14 September 2016

 

img_6319

India Gate dilihat dari seberang jalan

img_6323

Tukang foto mencari pengunjung yang mau memakai jasanya

 

img_6324

India Gate selalu ramai pengunjung

 

img_6325

India Gate menjadi jantung ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota New Delhi

 

img_6331

India Gate tampak kokoh dan menarik di sore hari

 

img_6332

Hijau dan luas lanskap di sekitar India Gate

 

img_6334

RTH di sekililing India Gate menjadi tempat rekreasi

img_6335

Tamasya

img_6337

Aktifitas di sekitar India Gate

img_6340

Ramainya masyarakat pengguna RTH di India Gate

img_6342

Pagar pembatas keamanan

img_6344

India Gate tampak menjulang di antara pengunjung

img_6349

Pedagang jagung bakar di trotoar yang berdebu

img_6328

img_6327

India Gate menjulang di belakang ku

 

 

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: